Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Minggu Biasa XIII - Jika Itu Bergantung Kepadamu, Hiduplah dalam Damai dengan Semua Orang (Roma 12:9-21)

30 August 2023 | Wednesday, August 30, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-09-03T06:30:36Z

Jika Itu Bergantung Kepadamu, Hiduplah dalam Damai dengan Semua Orang (Roma 12:9-21)

Jika Itu Bergantung Kepadamu, Hiduplah dalam Damai dengan Semua Orang
 

Renungan pada Roma 12:9-21 

Pengantar

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menggugah kita dengan kata-kata yang kuat, "Jika itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam damai dengan semua orang!" (Roma 12: 18). Dalam pasal 12 ayat 9-21, Paulus memberikan panduan berharga tentang bagaimana kita sebagai orang percaya dapat menciptakan dan memelihara damai dalam hidup kita, baik dalam hubungan dengan Allah, diri sendiri, maupun dengan sesama manusia. Artikel ini akan menjelajahi pesan penting Paulus ini dan memberikan wawasan tentang betapa pentingnya hidup dalam damai dan kasih dalam dunia yang sering kali penuh dengan konflik.

 

Artikel ini berbicara tentang pentingnya damai dalam kehidupan dan bagaimana seseorang dapat mencapai damai dengan Allah, diri sendiri, dan orang lain. Damai itu indah, dan dalam dunia yang sering penuh dengan konflik dan permusuhan, mencapai damai menjadi sebuah tugas penting bagi setiap individu. Mari kita bahas lebih lanjut dalam rangkaian singkat ini.

 

Damai adalah keadaan harmoni di mana segala sesuatu berjalan secara serasi. Ini mencakup hubungan harmonis dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan alam. Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa damai itu indah, dan pesan ini sering ditemukan dalam pamflet dan spanduk di mana-mana.

 

Namun, dalam kenyataan, seringkali kita melihat konflik, permusuhan, dan ketidakpahaman di masyarakat. Orang-orang sulit untuk membangun hubungan yang harmonis dan menerima satu sama lain dengan baik, terlepas dari perbedaan suku, agama, atau latar belakang lainnya.

 

Dalam konteks gereja di Roma, terjadi perselisihan mengenai Hukum Taurat. Orang Kristen Yahudi menganggap Hukum Taurat sangat penting, sementara orang Kristen non-Yahudi melihatnya dengan cara yang berbeda. Konflik ini menyebabkan ketegangan dan perpecahan dalam komunitas gereja.

 

Namun, Rasul Paulus memberikan nasihat penting kepada jemaat di Roma, yaitu hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Hidup damai dengan semua orang adalah pilihan utama bagi orang percaya. Ini karena Tuhan tidak menghendaki ketegangan dalam kehidupan anak-anak-Nya.

 

Proses Hidup Damai

 

Namun, hidup damai dengan semua orang bukanlah hal yang mudah. Ada proses yang harus dilewati.

Pertama, Berdamai dengan Allah

Seseorang harus berdamai dengan Allah melalui iman pada Yesus Kristus. Damai dengan Allah adalah pondasi dari damai yang sejati. Tanpa itu, kita akan hidup dalam permusuhan dengan-Nya.

 

Kedua, Berdamai dengan diri

Seseorang harus berdamai dengan diri sendiri. Ini melibatkan penerimaan diri apa adanya, dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Ini juga berarti melepaskan luka batin dan pikiran negatif yang dapat merusak diri sendiri.

 

Ketiga, Berdamai dengan Allah dan diri kita.

Setelah berdamai dengan Allah dan diri sendiri, kita dapat berdamai dengan sesama. Ini melibatkan mengatasi permusuhan dan konflik, bahkan dengan mereka yang menjadi musuh kita. Ini adalah bagian dari hidup dalam perdamaian dengan semua orang.

 

Penting untuk merawat dan memelihara perdamaian ini melalui kasih, kesabaran, doa, semangat persatuan, dan melakukan kebaikan. Setiap individu harus berusaha menjadi sumber berkat bagi sesama dan bersedia berkorban untuk kebaikan bersama.

 

Cara hidup seperti ini mencerminkan kedewasaan iman dan memungkinkan kita menjadi alat perdamaian dalam dunia ini. Yesus Kristus adalah contoh sempurna dari seseorang yang membawa damai, dan Dia meminta kita sebagai anak-anak Allah untuk melanjutkan misi ini.

 

Dalam ajaran-Nya di bukit, Yesus mengajarkan betapa pentingnya membawa damai dan mengatakan bahwa mereka yang melakukannya akan disebut anak-anak Allah. Oleh karena itu, sebagai orang percaya, tugas kita adalah tidak hanya hidup dalam damai tetapi juga membawa damai dalam kehidupan bersama dengan semua orang.

 

Dalam dunia yang sering kali penuh dengan ketegangan dan konflik, pesan "Damai itu indah" tetap relevan. Damai adalah karunia yang harus kita anugerahkan kepada orang lain melalui hidup kita yang damai, mengasihi, dan berdamai. Dengan demikian, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik, yang penuh dengan harmoni dan cinta. 


Kesimpulan

Jika Itu Bergantung Kepadamu, Hiduplah dalam Damai dengan Semua Orang (Roma 12:9-21)

Dalam surat kepada jemaat di Roma, Paulus menegaskan bahwa hidup dalam damai dengan semua orang adalah panggilan utama bagi setiap orang percaya. Damai bukan hanya sekadar impian indah, tetapi sebuah tugas yang harus diemban dengan tulus. Dengan berdamai dengan Allah melalui iman pada Yesus Kristus, menerima diri sendiri, dan berupaya berdamai dengan sesama, kita dapat menjadi alat perdamaian dalam dunia yang sering kali penuh dengan konflik. Inilah panggilan kita sebagai anak-anak Allah, untuk membawa damai dan cinta kepada semua orang di sekitar kita.

 

Ajakan Suara Gembala

Kita sebagai umat Kristen tidak hanya dipanggil untuk hidup dalam damai, tetapi juga untuk menjadi pembawa damai. Sebagaimana ajaran Yesus dalam Matius 5:9, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." Mari kita bersama-sama menerapkan ajaran Paulus ini dalam kehidupan kita sehari-hari, mengasihi, memaafkan, dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan semua orang. Dengan demikian, kita dapat menjadi saksi cahaya Kristus dalam dunia yang penuh dengan kegelapan dan konflik. Hiduplah dalam damai dengan semua orang, karena itulah panggilan yang Tuhan anugerahkan kepada kita.

===========================

Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi lain website ini, dengan cara cukup Klik Mengikuti/follow kami di Google Berita DISINI. than's. God bless

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update