Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sosialisasi Naskah Teologi dan Peraturan Sidi GMIT 2023 - di El-Roi Batakte, Rabu (13/3/2024)

13 March 2024 | Wednesday, March 13, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-03-16T00:15:46Z

Sosialisasi Naskah Teologi dan Peraturan Sidi GMIT 2023 - di El-Roi Batakte, Rabu (13/3/2024)

Sosialisasi Naskah Teologi dan Peraturan Sidi GMIT 2023 - di El-Roi Batakte, Rabu (13/3/2024)

 

Pengantar

 

Hujan deras turun dengan gemuruh pada Rabu, 13 Maret 2024, namun semangat peserta dari berbagai jemaat di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Kupang Barat tidak padam. Mereka tetap bertekad untuk mengikuti acara penting yang diadakan di El-Roi Batakte, yaitu Sosialisasi Naskah Teologi dan Peraturan Sidi GMIT 2023. Meskipun cuaca tidak bersahabat, kehadiran mereka menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam memahami serta menjalankan ajaran dan peraturan gereja.

 

Suara gemuruh hujan seolah menjadi latar belakang yang mengiringi langkah-langkah para peserta yang tiba dengan semangat, menghadiri pertemuan yang dipimpin oleh Pdt. Yosephus Asbanu, M.Th. Meskipun ditantang oleh cuaca, kehangatan dan kebersamaan tetap terasa dalam kegiatan ini, sebagaimana kata-kata puitis yang menggambarkan bahwa "Di tengah guyuran hujan, tetesan-tetesannya menjadi harmoni, menciptakan semangat yang tak terbendung bagi mereka yang ingin berbagi dan belajar bersama."

 

Editorial Report

 

Pada Rabu, 13 Maret 2024, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat El-Roi Batakte menjadi tuan rumah bagi pertemuan bulanan Majelis Klasis Kupang Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai jemaat, termasuk penatua, diaken, dan pengajar, yang berkumpul untuk membahas berbagai kegiatan klasis yang telah dan akan berlangsung.

 

Salah satu agenda utama pertemuan adalah penjemaatan (sosialisasi) Naskah Teologi dan Peraturan Sidi GMIT 2023- serta Peraturan Organisasi. Sosialisasi ini dipimpin oleh Pdt. Yosephus Asbanu, M.Th, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Panitia Tetap Tata Gereja (PTTG) periode 2020-2023. Selanjutnya di tahun 2024-2027, berubah nama dari PTTG sekarang  menjadi Badan Studi Tata Gereja atau BSTG

 

Dalam penyampaiannya, Pdt. Yosephus menjelaskan tentang peraturan sidi yang baru diperoleh oleh GMIT setelah gereja ini berusia 75 tahun, serta berbagai hal yang terkait dengan peraturan organisasi. Para peserta, terutama presbiter non pendeta, aktif terlibat dalam diskusi dan menyampaikan pengalaman mereka dalam katekisasi sidi dan organisasi gereja.

 

Dalam sosialisasinya, Pdt. Yosephus Asbanu, M.Th, menyampaikan beberapa hal penting yang mencuri perhatian. Katekisasi Sidi bukanlah sekadar beban, melainkan sukacita, panggilan pemuridan, dan warisan bagi jemaat. Ada empat aspek penting dalam pemahaman iman setelah selesai dari kelas Katekisasi, yaitu pengalaman, pengetahuan, perayaan, dan penghayatan. Pdt. Yosephus juga menekankan bahwa kelas Katekisasi harus mengambil sumbernya dari Alkitab, sebagai landasan utama pengajaran.

 

Selain itu, peraturan sidi tidak boleh terlalu kaku, karena hal tersebut dapat membuat sebagian jemaat memilih pindah ke gereja lain yang dianggap lebih baik. Tujuan sidi bukan sekadar untuk mengikuti perjamuan kudus, melainkan sebagai berkat dan warisan fundamental teologi GMIT yang harus dipahami dan diterapkan. Gereja juga diingatkan untuk mempertimbangkan dengan cermat sebelum mengeluarkan rekomendasi kepada jemaat, dengan melihat aktivitas dan keterlibatan mereka dalam kegiatan gereja.

 

Pendaftaran peserta kelas Katekisasi Sidi dimulai dari usia 16 tahun, sekitar usia SMA kelas 1, dan wajib mengikuti masa belajar selama 1 tahun. Gereja juga dilarang mengeluarkan rekomendasi bagi jemaat yang belum siap, serta membuat aturan yang bertentangan dengan Alkitab, karena segala sesuatu harus sesuai dengan Alkitab dan Tata Gereja. Selain itu, Pdt. Yosephus juga menyebutkan adanya dua jabatan penting yang perlu diperhatikan oleh majelis, yaitu jabatan Pelayanan dan jabatan Organisasi. Selain itu, BP3J dijelaskan bukanlah seperti KPK, tetapi memberikan pengawasan, pertimbangan, dan tetap menjadi Majelis Jemaat. Istilah yang benar dalam lingkungan jemaat adalah Rayon, sedangkan sebutan Lingkungan adalah gabungan dari beberapa Rayon.

 

Pdt. Yosephus Asbanu, M.Th, juga telah memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi para peserta, menggambarkan pertemuan ini sebagai kegiatan penjemaatan peraturan gereja dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah ia saksikan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kesatuan dalam menjalankan tata tertib dan peraturan gereja.


Sosialisasi Naskah Teologi dan Peraturan Sidi GMIT 2023 - di El-Roi Batakte, Rabu (13/3/2024)

 

Kesimpulan, Penutup dan Seruan Gembala  

 

Dalam kegiatan sosialisasi Naskah Teologi dan Peraturan Sidi GMIT 2023- di El-Roi Batakte, peserta dari berbagai jemaat GMIT klasis Kupang Barat menunjukkan semangat dan komitmen yang luar biasa meskipun harus menghadapi hujan deras. Mereka memahami pentingnya memperkuat pemahaman akan ajaran dan peraturan gereja sebagai bagian dari panggilan pemuridan dan kesetiaan. Melalui sosialisasi ini, terbentuklah kesadaran akan pentingnya konsistensi dengan Alkitab dan Tata Gereja dalam menjalankan kehidupan berjemaat. Sebagai refleksi dari perjumpaan ini, 1 Petrus 1:22 mengingatkan kita, "Kаrеnа kаmu telah mеnуuсіkаn dirimu оlеh ketaatan kepada kеbеnаrаn, ѕеhіnggа kamu dараt mеngаmаlkаn kаѕіh реrѕаudаrааn уаng tuluѕ іkhlаѕ, hеndаklаh kamu bеrѕungguh-ѕungguh saling mengasihi dеngаn ѕеgеnар hаtіmu."

 

Written by: yakob l, pnt,

Editor : Jtadmin


Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah berkunjung disini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi lain di website ini, dengan cara cukup Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update