Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pengurus Kaum Bapak GMIT Rayakan Bulan Budaya dan Pentakosta 2024 dengan Semangat Anti Kekerasan Seksual

24 May 2024 | Friday, May 24, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-24T15:24:47Z

Pengurus Kaum Bapak GMIT Rayakan Bulan Budaya dan Pentakosta 2024 dengan Semangat Anti Kekerasan Seksual

Pengurus Kaum Bapak GMIT Rayakan Bulan Budaya dan Pentakosta 2024 dengan Semangat Anti Kekerasan Seksual

 

Introduction

 

Dalam semarak fajar yang membias warna-warni tradisi, Pengurus Kaum Bapak GMIT Pengurus Kaum Bapak GMIT menyulut bara semangat dalam perayaan Bulan Budaya dan Hari Pentakosta 2024 perayaan Bulan Budaya dan Hari Pentakosta 2024. Di bawah langit biru Kupang, mereka mengangkat lentera keadilan, menentang bayang-bayang kelam kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Dengan irama doa dan pujian yang mengalun, jemaat dihantar pada sebuah perayaan yang tak hanya memuliakan warisan leluhur, namun juga menyalakan api Roh Kudus yang menerangi jalan menuju damai sejahtera.

 

Editorial Report

 

Kupang, 24 Mei 2024 – Pengurus Kaum Bapak Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar perayaan Bulan Budaya dan Hari Pentakosta tahun 2024. Kegiatan ini juga menjadi ajang kampanye anti kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, serta isu perdagangan orang, hasil pangan lokal, dan kepedulian terhadap sampah. Perayaan yang berlangsung di Jemaat Lanud El Tari Kupang, Klasis Kota Kupang Timur, dihelat selama dua hari, Kamis dan Jumat (23-24/5).

 

Tema Perayaan: Keadilan dan Damai Sejahtera


Mengusung tema "Roh Kudus memampukan Gereja bersaksi tentang Keadilan dan Damai Sejahtera," perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti malam puji-pujian dan pentas budaya, pawai budaya, dan ibadah syukur. Semua acara dirancang untuk mencerminkan komitmen GMIT terhadap keadilan sosial dan pelestarian budaya lokal.

 

Partisipasi Peserta


Acara ini diikuti oleh 37 peserta perutusan dari berbagai klasis GMIT, serta dihadiri oleh perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Forum Komunikasi Kota Kupang, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Komunitas Jawa Kristen Kupang, dan komunitas lainnya dari Kupang dan sekitarnya. Kehadiran penting lainnya termasuk Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Wenyi, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan Manurung, dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, serta para ketua majelis klasis, pendeta, dan pengurus Kaum Bapak Sinode GMIT.

 

Semarak Pawai Budaya


Pawai budaya yang diadakan menjadi sorotan utama perayaan ini. Kendaraan roda dua dan empat dihiasi dengan berbagai atribut budaya seperti kain tenunan, rumah tradisional, serta hasil pangan lokal seperti pisang, jagung, ubi, kelapa, dan pinang. Pawai dimulai dari GMIT Center Kupang, melewati rute yang mencakup Transmart, Gor Oepoi, Gereja Maranatha Oebufu, TDM, Bundaran PU, Pulau Indah, wilayah Oesapa, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Gereja Marturia Oesapa Selatan, Jl. Bumi Liliba, SD Inpres Liliba, Gereja Bait El Naimata, Paroki St. Petrus Penfui, dan berakhir di GMIT Lanud El Tari Kupang.

 

Setiap titik persinggahan diisi dengan atraksi penyerahan lentera oleh Kaum Bapak sebagai simbol semangat Roh Kudus yang membakar semangat pelayanan.

 

Pesan dari Pimpinan GMIT


Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Wenyi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya momen Pentakosta sebagai saat pencurahan Roh Kudus dan perayaan keragaman budaya. Beliau menekankan bahwa tidak boleh ada budaya yang mendominasi sehingga menciptakan ketidaksetaraan dan masalah sosial. "Kaum Bapak harus menjadi role model bagi keluarga dan komunitas, memberikan teladan dalam kehidupan spiritualitas, serta menjadi alat kesaksian dalam karya-karya dan pelayanan," ujar Pdt. Abdi.

 

Romo Yonas Kamlasi dari Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui juga menyampaikan pesan bahwa kegiatan ini harus menjadi inspirasi bagi umat Katolik dan memberikan dampak positif. "Kaum Bapak diharapkan menjadi saksi Kristus di manapun berada melalui pendekatan budaya," katanya.

 

Harapan dan Kesan Peserta


Ketua Kaum Bapak Betel Sonraen, Klasis Amarasi Selatan, Hofni Neparasi, menyampaikan kesannya bahwa selama ini kaum bapak kurang aktif dalam pelayanan gereja. Namun, melalui perayaan Bulan Budaya dan Hari Pentakosta tahun ini, semangat pelayanan meningkat drastis. "Saya berharap semangat ini terus berlanjut dan kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin tahunan," ujar Hofni.


Pengurus Kaum Bapak GMIT Rayakan Bulan Budaya dan Pentakosta 2024 dengan Semangat Anti Kekerasan Seksual

 

Penutupan


Rangkaian perayaan Bulan Budaya GMIT dan Hari Pentakosta 2024 ditutup dengan ibadah syukur pada Jumat (24/5) di Jemaat GMIT Lanud El Tari Kupang, dipimpin oleh Pdt. Ferderik Herison Herewila. Perayaan ini tidak hanya memperkuat ikatan antarjemaat, tetapi juga mengangkat berbagai isu sosial penting yang dihadapi masyarakat saat ini.

 

Seruan Gembala

 

Sebagai gembala yang memandu kawanan domba menuju padang yang hijau, Pengurus Kaum Bapak GMIT menyerukan panggilan untuk terus berjuang melawan ketidakadilan dan kekerasan, serta menjaga warisan budaya dan nilai-nilai spiritual. Dalam setiap langkah, biarlah cinta kasih Kristus menjadi cahaya penuntun. Marilah kita terus bersaksi dan berdoa agar Roh Kudus memampukan kita dalam segala pelayanan. Seperti tertulis dalam Yohanes 14:27, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." Amin.


Overseas source: sinodegmit.or.id

Rewritten by: Jtadmin

Editor : Jtadmin


Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi terubdate lainnya, cukup dengan Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update