TUA6BSG5BUA5BUA5TfGpGpdoTd==
Light Dark
Doa Global Gereja dan Dialog Dari Iman ke Aksi Kenabian

Doa Global Gereja dan Dialog Dari Iman ke Aksi Kenabian

Doa Global Gereja menginspirasi aksi kenabian, membangun persatuan dan perdamaian dalam gerakan ekumenis, membawa harapan di dunia yang terpecah.
Table of contents
×
Daftar Isi [Tampil]

Doa Global Gereja dan Dialog Dari Iman ke Aksi Kenabian

Gerakan Ekumenis Global

Internasional, Pena Rohani - Doa Global Gereja dan Dialog Dari Iman ke Aksi KenabianUmat Kristen dari seluruh dunia berkumpul dalam semangat persatuan dan doa di tengah-tengah hari baru yang penuh harapan. Mereka mengingat tonggak bersejarah gerakan ekumenis, yang pertama kali dimulai di Stockholm, Swedia, seratus tahun yang lalu. Untuk merayakan warisan perdamaian dan kesatuan yang terus berkembang, perayaan ekumenis di Filadelfia, Swedia, pada 22 September lalu, membawa semangat baru ke gereja-gereja di seluruh dunia.

Peringatan Seabad Gerakan Ekumenis Dari Iman ke Aksi Kenabian

Sebagaimana dilanghsir dari berita oikoumene.org (wcc:22/08/2025). Dimana pada hari yang sangat penting itu, para pemimpin agama di seluruh dunia merenungkan dan merayakan kemajuan besar yang telah dicapai dalam perjalanan yang panjang menuju kesatuan umat Kristen. Pekan Ekumenis ini merayakan ulang tahun Konferensi Ekumenis di Stockholm tahun 1925, yang menandai awal gerakan ekumenis kontemporer. Dalam perayaan ini, doa global dari gereja menjadi api yang mendorong setiap orang untuk bertindak dengan tegas, menyebarkan perdamaian, persaudaraan, dan kasih.

Uskup Agung Martin Modeus dari Gereja Swedia merenungkan warisan besar yang ditinggalkan oleh Uskup Agung Nathan Söderblom, yang menginspirasi banyak orang Kristen untuk melihat dunia dengan kasih. "Kasih bukan hanya saling menatap, melainkan melihat ke arah yang sama," katanya, mengingatkan kita untuk berdiri bersama Kristus, untuk melihat dunia dengan mata kasih-Nya, dan bertindak dengan tangan yang penuh belas kasihan.

Panggilan untuk Mewujudkan Perdamaian dalam Dunia yang Terpecah

Doa Global Gereja dan Dialog Dari Iman ke Aksi Kenabian

Patriark Ekumenis Bartholomew menyampaikan homili yang mendalam di tengah seruan yang semakin mendesak untuk perdamaian di dunia yang terpecah. Dengan mengatakan, "Kita berutang kepada dunia untuk bersatu dalam iman dan tindakan," dia mendorong setiap orang Kristen untuk menjadikan doa dan tindakan mereka sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk memohon kedamaian Tuhan yang melampaui pemahaman manusia. Ia mengingatkan umat Kristen untuk menentang perang dan mendukung perdamaian sebagai kebutuhan moral dan eksistensial karena keadaan dunia semakin berantakan.

"Gerakan ini menjadi pengingat untuk gereja-gereja di dunia dalam menghadapi perpecahan, konflik, dan ketidakadilan," kata Pendeta Prof. Dr. Jerry Pillay, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, mengingatkan kita tentang pentingnya mempertahankan komitmen yang teguh terhadap perdamaian dan rekonsiliasi, seperti yang ditunjukkan oleh gerakan ekumenis yang muncul pada Konferensi Stockholm..

Dialog Dipanggil untuk Transformasi

Doa Global Gereja dan Dialog Dari Iman ke Aksi Kenabian

Berbicara tentang peran kenabian dalam diakonia ekumenis, seminar "Dipanggil untuk Transformasi" pada 22 Agustus membahas bagaimana gereja dan lembaga keagamaan lainnya dapat membantu panggilan bersama untuk perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan. Pendeta Dr. Kenneth Mtata, direktur program Dewan Gereja Dunia, menyatakan bahwa peringatan gerakan ini bukan hanya mengenang masa lalu tetapi juga memperbarui komitmen untuk membangun masa depan yang penuh harapan dan kasih Allah.

Mtata berkata, "Sebuah kenangan bukanlah sekadar mengenang, melainkan juga momen pembaruan yang menantang kita untuk mewujudkan kasih Tuhan di dunia yang terluka ini." Dia meminta kita untuk melihat ke depan dan bertindak sebagai pembawa perubahan di dunia yang penuh tantangan ini.

Kewajiban Etis untuk Perdamaian dan Keadilan

Sekretaris jenderal ACT Alliance Rudelmar Bueno de Faria juga berbicara tentang peran gereja dalam menangani tantangan global saat ini, seperti peningkatan ketimpangan, krisis lingkungan, dan ketegangan sosial-politik. Diakonia ekumenis diharapkan menjadi cahaya dalam dunia yang semakin terpolarisasi. Ini akan memimpin umat Kristen untuk berdiri teguh dalam perjuangan untuk keadilan sosial dan hak asasi manusia.

Faria berkata, "Apa yang kita lihat saat ini adalah panggilan untuk kembali kepada sifat kenabian dalam diakonia, untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan dalam dunia yang semakin terpecah," menegaskan bahwa gereja memiliki peran penting dalam membangun tatanan sosial yang lebih adil dan penuh kasih.

Kesimpulan dan Pengutusan: Menggerakkan Aksi dari Iman yang Teguh

Doa Global Gereja dan Dialog Dari Iman ke Aksi Kenabian

Hari ini, lebih dari sekadar memperingati peristiwa, kita diundang untuk bergabung dalam doa dan tindakan kenabian gereja di seluruh dunia. sebuah panggilan untuk umat Kristen di seluruh dunia untuk bersatu dalam iman mereka dan berkomitmen untuk melakukan hal-hal yang akan mengubah dunia. Sebagai orang-orang yang percaya, kita ditugaskan untuk menghidupkan kasih Allah melalui tindakan nyata, membawa kedamaian yang melampaui apa yang dapat dilihat orang di dunia ini.

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."1 Korintus 13:4

Mari kita bersama-sama mewujudkan kasih Tuhan, dari iman yang dalam hingga aksi yang nyata, untuk dunia yang lebih damai dan penuh harapan. - (pr)**

Source: oikoumene.org (wcc:22/08/2025);  Writer: penarohani; Editor: penaRadmin

Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi terubdate lainnya, cukup dengan Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless. 

© 2025 All Right Reserved - Designed by penarohani 

0Comments

Temukan juga minat & pengalaman menarik lainnya DISINI