Poin-poin penting dalam pernyataan sikap PGI, sebagaimana dilangsir dari laman pgi.or.id (29/8/2025) :
-
Desakan kepada Kapolri: PGI mendesak Kapolri untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap demonstran dan menangani kasus tewasnya warga sipil secara serius, jujur, dan transparan.
-
Tuntutan kepada DPR: PGI meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat atas sikap dan pernyataan anggotanya yang melukai hati publik, serta benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
-
Peringatan kepada Presiden: PGI mengingatkan Presiden Republik Indonesia untuk mendengarkan aspirasi masyarakat kecil, memberantas korupsi, dan memastikan pembangunan berkeadilan sosial.
-
Seruan untuk moralitas dalam kebijakan: PGI menyerukan seluruh penyelenggara negara agar menempatkan moralitas, etika, dan kemanusiaan sebagai kompas dalam setiap kebijakan.
-
Ajakan untuk aparat yang profesional dan humanis: PGI meminta aparat untuk bersikap profesional dan humanis dalam merespons aspirasi rakyat.
PGI menekankan bahwa ekspresi kemarahan rakyat muncul akibat janji-janji penguasa yang tidak terealisasi, kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, dan kepemimpinan yang kurang empati. PGI juga mengingatkan bahwa suara rakyat bukan untuk dibungkam, tetapi untuk didengar, dipahami, dan dijadikan arah dalam penyelenggaraan negara.
Pernyataan sikap PGI ini mengutip Yesaya 1:17: “Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan,” sebagai dasar seruan untuk membela kehidupan, menegakkan keadilan, dan berpihak kepada yang lemah.
PGI berharap peristiwa ini menjadi momentum untuk membangun praktik demokrasi yang substansial, penyelenggaraan pemerintahan yang berkeadilan, empatik, humanis, dan mengedepankan nirkekerasan.
Kesimpulan
PGI mengajak seluruh pihak untuk meresapi pesan tentang pentingnya penghentian kekerasan dalam menghadapi setiap perbedaan dan perlawanan. Sebagai bangsa yang berbudaya, kita diajak untuk menjunjung tinggi hak setiap individu dalam menyuarakan pendapat, tanpa harus berakhir dengan perlawanan yang menimbulkan korban. Keberanian untuk mendengar dan memahami suara hati rakyat merupakan langkah pertama menuju keadilan sosial yang sesungguhnya, di mana setiap kebijakan yang diambil bukan hanya mengutamakan kepentingan segelintir pihak, tetapi lebih dari itu, berpihak pada mereka yang membutuhkan perlindungan dan perhatian.
Pesan Pengutusan
"belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak........" - Yesaya 1:17
Source: pgi.or.id (29/08/2025); Writer: penarohani; Editor: penaRadmin
Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi terubdate lainnya, cukup dengan Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless.
© 2025 All Right Reserved - Designed by penarohani
0Comments