TUA6BSG5BUA5BUA5TfGpGpdoTd==
Light Dark
Seruan PGI Tuntut Kepemimpinan yang Humanis dan Responsif terhadap Aspirasi Rakyat

Seruan PGI Tuntut Kepemimpinan yang Humanis dan Responsif terhadap Aspirasi Rakyat

PGI serukan penghentian kekerasan dalam demonstrasi dan tuntut kepemimpinan yang humanis, responsif, dan berkeadilan untuk rakyat Indonesia.
Table of contents
×
Daftar Isi [Tampil]

Seruan PGI Tuntut Kepemimpinan yang Humanis dan Responsif terhadap Aspirasi Rakyat

Warta Jemaat, Pena Rohani - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengeluarkan pernyataan sikap terkait insiden kekerasan dalam demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025, yang mengakibatkan tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online. PGI menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk kegagalan negara dalam melindungi hak rakyat untuk menyampaikan pendapat secara damai.

Poin-poin penting dalam pernyataan sikap PGI, sebagaimana dilangsir dari laman pgi.or.id (29/8/2025) :

  1. Desakan kepada Kapolri: PGI mendesak Kapolri untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap demonstran dan menangani kasus tewasnya warga sipil secara serius, jujur, dan transparan.

  2. Tuntutan kepada DPR: PGI meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat atas sikap dan pernyataan anggotanya yang melukai hati publik, serta benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak.

  3. Peringatan kepada Presiden: PGI mengingatkan Presiden Republik Indonesia untuk mendengarkan aspirasi masyarakat kecil, memberantas korupsi, dan memastikan pembangunan berkeadilan sosial.

  4. Seruan untuk moralitas dalam kebijakan: PGI menyerukan seluruh penyelenggara negara agar menempatkan moralitas, etika, dan kemanusiaan sebagai kompas dalam setiap kebijakan.

  5. Ajakan untuk aparat yang profesional dan humanis: PGI meminta aparat untuk bersikap profesional dan humanis dalam merespons aspirasi rakyat.

PGI menekankan bahwa ekspresi kemarahan rakyat muncul akibat janji-janji penguasa yang tidak terealisasi, kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil, dan kepemimpinan yang kurang empati. PGI juga mengingatkan bahwa suara rakyat bukan untuk dibungkam, tetapi untuk didengar, dipahami, dan dijadikan arah dalam penyelenggaraan negara.

Pernyataan sikap PGI ini mengutip Yesaya 1:17: “Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan,” sebagai dasar seruan untuk membela kehidupan, menegakkan keadilan, dan berpihak kepada yang lemah.

PGI berharap peristiwa ini menjadi momentum untuk membangun praktik demokrasi yang substansial, penyelenggaraan pemerintahan yang berkeadilan, empatik, humanis, dan mengedepankan nirkekerasan.

Kesimpulan

PGI mengajak seluruh pihak untuk meresapi pesan tentang pentingnya penghentian kekerasan dalam menghadapi setiap perbedaan dan perlawanan. Sebagai bangsa yang berbudaya, kita diajak untuk menjunjung tinggi hak setiap individu dalam menyuarakan pendapat, tanpa harus berakhir dengan perlawanan yang menimbulkan korban. Keberanian untuk mendengar dan memahami suara hati rakyat merupakan langkah pertama menuju keadilan sosial yang sesungguhnya, di mana setiap kebijakan yang diambil bukan hanya mengutamakan kepentingan segelintir pihak, tetapi lebih dari itu, berpihak pada mereka yang membutuhkan perlindungan dan perhatian.

Pesan Pengutusan

Seruan PGI Tuntut Kepemimpinan yang Humanis dan Responsif terhadap Aspirasi Rakyat

Dengan semangat kasih dan keadilan, PGI mengingatkan kita semua bahwa sebuah negara yang kuat bukan hanya ditentukan oleh kekuatan strukturalnya, tetapi oleh kemampuannya untuk merawat dan melindungi setiap warga negara dengan penuh empati. Marilah kita bersatu dalam semangat kedamaian, membangun bangsa yang tidak hanya bebas dari kekerasan, tetapi juga kaya akan kasih sayang, saling menghormati, dan penuh keadilan. Dalam setiap langkah kita, mari kita ingat bahwa Tuhan selalu menyertai mereka yang berjuang untuk kebaikan bersama. (pr)**

"belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak........" - Yesaya 1:17  

Source: pgi.or.id (29/08/2025);  Writer: penarohani; Editor: penaRadmin

Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi terubdate lainnya, cukup dengan Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless. 

© 2025 All Right Reserved - Designed by penarohani 

0Comments

Temukan juga minat & pengalaman menarik lainnya DISINI