Gerakan Solidaritas Global untuk Greenland
Peristiwa ini berawal dari pernyataan Sekretaris Jenderal WCC pada 15 Januari, yang menekankan bahwa rakyat Greenland memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Mereka berada di jalur yang jelas menuju kemerdekaan, namun hak-hak dan pandangan mereka sering kali diabaikan oleh pemerintah negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat. Pemerintah AS bertekad untuk mengendalikan Greenland, yang menurut WCC, sangat bertentangan dengan keinginan rakyat Greenland dan seakan merupakan bentuk dari neokolonialisme. Ini menjadi topik penting yang memicu pertemuan lintas wilayah ini.
Kesaksian dan Harapan dari Para Pemimpin Gereja
Pertemuan tersebut dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Yang Mulia Dr. Olav Fykse Tveit, Uskup Ketua Gereja Norwegia. Para pemimpin gereja yang hadir, baik dari Greenland maupun negara-negara lainnya, memberikan kesaksian tentang dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa-peristiwa tersebut terhadap gereja-gereja di negara mereka masing-masing.
Uskup Paneeraq Siegstad Munk dari Keuskupan Greenland menyampaikan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan ini. "Kami sudah terbiasa harus menunggu badai salju berakhir, agar matahari kembali bersinar," ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya pesan harapan dalam situasi yang penuh tantangan ini. "Tuhan menciptakan manusia lain untuk saling mendukung," lanjut Munk, mengingatkan bahwa kebersamaan dalam Kristus adalah kunci untuk menghadapi berbagai kesulitan.
Birger Nygaard, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Lutheran Injili di Denmark, juga merenungkan pentingnya solidaritas. Ia menekankan, "Ini seharusnya membantu kita untuk belajar agar tidak membiarkan orang lain menentukan agenda kita setiap hari." Ia berharap agar perhatian gereja-gereja kembali tertuju pada isu-isu kemanusiaan yang lebih luas, seperti krisis di Ukraina yang menyebabkan ribuan nyawa melayang.
Peran Gereja dalam Menyuarakan Kebenaran
Di sisi lain, Uskup Vashti M. McKenzie, Presiden dan Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Gereja-Gereja Kristus di AS, menyampaikan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Greenland. "Kami berdoa bersama Anda, kami mendukung Anda, kami bersuara. Kami tidak akan diam tentang Greenland dan saudara-saudara kita di seluruh dunia," katanya dengan tegas.
Pendeta Dr. Terri Hord Owens, Wakil Ketua Dewan Nasional Gereja-Gereja Kristus di AS, menambahkan bahwa gereja-gereja mereka akan terus mendorong para pendeta dan jemaat untuk aktif bersuara, membela kebebasan yang Tuhan berikan. Solidaritas gereja dalam menghadapi ketidakadilan ini sangatlah penting.
Menghadapi Peperangan Rohani
Uskup Agung Dr. Tapio Louma dari Gereja Lutheran Injili Finlandia mengingatkan bahwa saat-saat seperti ini adalah momen penting di mana gereja harus benar-benar bersatu. "Kita harus berdiri bersama dalam solidaritas dan menyuarakan pendapat kita," tegasnya. Di sisi lain, Uskup Annie Ittoshat dari Keuskupan Arktik, Gereja Anglikan Kanada, menyebutkan bahwa secara rohani gereja harus satu hati karena mereka satu di dalam Kristus. "Ini adalah peperangan rohani, dan kita harus bersama-sama dalam hal ini," ujar Ittoshat.
Bersama dalam Solidaritas, Bersama dalam Kristus
Sekretaris Jenderal WCC, Pendeta Dr. Prof. Jerry Pillay, merenungkan bahwa krisis seperti yang terjadi di Greenland justru menyatukan orang-orang dengan niat baik untuk saling mendukung. "Greenland menyatukan kita untuk menyatakan solidaritas dan memperhatikan krisis-krisis lain juga," ungkap Pillay. Ia juga menekankan pentingnya gereja menjadi platform global yang dapat menyuarakan pengalaman-pengalaman yang dihadapi oleh umat Kristiani di seluruh dunia.
Gereja Dunia Sedang Bergeser Ke Mana?
Dalam dunia yang semakin terhubung ini, gereja-gereja di berbagai belahan dunia semakin menyadari betapa pentingnya solidaritas. Ketika sebuah negara atau wilayah seperti Greenland menghadapi tantangan besar dalam menentukan nasibnya, gereja-gereja di seluruh dunia harus bersatu untuk memberikan dukungan, baik dalam doa maupun tindakan nyata. Ini bukan hanya soal politik, tetapi juga tentang hak asasi manusia dan keadilan yang diharapkan Tuhan bagi setiap umat-Nya.
FAQ:
-
Apa yang dimaksud dengan pertemuan Blok Nordik & Amerika di Dewan Gereja Sedunia?Pertemuan ini adalah kesempatan bagi para pemimpin gereja dari berbagai wilayah untuk mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi Greenland, termasuk hak-hak rakyatnya yang tengah berjuang menuju kemerdekaan.
-
Apa yang menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut?Fokus utama adalah solidaritas gereja-gereja dunia dalam mendukung perjuangan rakyat Greenland dan pentingnya hak asasi manusia serta perjanjian internasional.
-
Bagaimana gereja-gereja dapat membantu dalam perjuangan ini?Gereja-gereja di seluruh dunia dapat memberikan dukungan melalui doa, solidaritas, serta mendorong tindakan nyata untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat Greenland dan kelompok-kelompok yang terpinggirkan.
"belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!"
Semoga artikel ini menginspirasi kita semua untuk terus berjuang dalam kasih dan keadilan bagi sesama - (pr)**
Source: oikoumene.org (wcc/26/01/2026); Writer: penarohani; Editor: penaRadmin.
Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi terubdate lainnya, cukup dengan Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless.
© 2026 All Right Reserved - Designed by penarohani


0Comments