TUA6BSG5BUA5BUA5TfGpGpdoTd==
Light Dark
Kristen di Ambang 80 Tahun PBB Ada Persatuan atau Sekadar Jadi Sejarah?

Kristen di Ambang 80 Tahun PBB Ada Persatuan atau Sekadar Jadi Sejarah?

Peringatan 80 tahun PBB: Apakah Kristen dapat memelihara persatuan sejati, atau hanya menjadi kenangan sejarah? Temukan refleksinya di sini.
Table of contents
×
Daftar Isi [Tampil]

 Kristen di Ambang 80 Tahun PBB Ada Persatuan atau Sekadar Jadi Sejarah?


Internasional Kristiani, Pena Rohani - Kristen di Ambang 80 Tahun PBB - Pada tanggal 17 Januari 2026, sebuah perayaan syukur diadakan di Methodist Central Hall, Westminster, London, untuk memperingati 80 tahun sejak pertemuan pertama Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kebaktian tersebut bukan hanya sebuah acara, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan panjang yang penuh tantangan dan harapan dalam upaya membangun perdamaian dunia.

Sebuah Kenangan yang Tak Terlupakan

Pada 10 Januari 1946, ketika dunia masih terhuyung-huyung pasca Perang Dunia Kedua, 51 negara berkumpul untuk pertama kalinya di London. Di tengah reruntuhan kota yang hancur, mereka bukan sebagai pemenang dan yang kalah, tetapi sebagai sesama pengembara yang mencari jalan menuju perdamaian. Begitu Kardinal Vincent Nichols menggambarkan momen bersejarah itu dalam khotbahnya. Mereka datang untuk membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah mimpi berani untuk memilih kerja sama, bukannya konflik, dan dialog, bukannya kehancuran.

Kristen di Ambang 80 Tahun PBB Ada Persatuan atau Sekadar Jadi Sejarah?

Ibadah tersebut dihadiri oleh beragam tokoh agama dari berbagai denominasi Kristen, serta perwakilan dari agama-agama besar lainnya seperti Islam, Buddha, Sikh, Yahudi, dan Hindu. Hal ini mencerminkan bagaimana PBB, sejak awal, mengusung semangat persatuan lintas agama demi mencapai tujuan mulia.

Jejak Langkah PBB dalam Sejarah

Seiring berjalannya waktu, PBB telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang umat manusia. Seperti yang disampaikan Kardinal Nichols, dalam 80 tahun ini, PBB tidak hanya menjadi lembaga internasional yang memperjuangkan perdamaian, tetapi juga menunjukkan wujud nyata belas kasih, seperti dalam pasukan penjaga perdamaian di Siprus, mediasi krisis rudal Kuba, membantu jutaan orang kelaparan di Ethiopia, dan vaksinasi miliaran orang di tengah pandemi COVID-19.

Namun, meski banyak pencapaian, tantangan besar tetap menghantui. Seiring dengan berjalannya waktu, multilateralisme, atau kerjasama antar negara, kini berada di ujung tanduk. Di tengah gelombang nasionalisme yang semakin kuat, terkadang semangat untuk bekerja sama terasa semakin luntur. Hal ini menjadi refleksi penting bagi umat Kristen, apakah kita mampu mempertahankan prinsip persatuan di tengah perpecahan?

Merenung, Menatap Masa Depan

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, juga mengingatkan kita tentang pentingnya melanjutkan perjuangan multilateralisme. Menurutnya, dunia kini tengah memasuki babak baru yang penuh tantangan. Meskipun ada pergeseran dalam kekuatan global, masih ada potensi untuk menciptakan masa depan yang lebih adil, atau justru lebih tidak stabil, tergantung pada seberapa besar komitmen kita untuk menghormati hukum internasional dan memperjuangkan kerjasama internasional.

Kristen di Ambang 80 Tahun PBB Ada Persatuan atau Sekadar Jadi Sejarah?

Sebagai umat Kristen, refleksi ini mengingatkan kita bahwa persatuan bukan hanya tentang mencapainya dengan cara mudah. Melainkan, seperti yang dijelaskan oleh Romo Archimandrite Garegin Hambardzumyan, persatuan adalah karunia Tuhan yang harus dipupuk melalui kerendahan hati, kesabaran, dan kasih yang saling mendukung dalam perbedaan. Persatuan ini membutuhkan ketekunan dan keyakinan bahwa Roh Kudus bekerja meskipun langkah-langkah kita terasa lambat.

Menyikapi Tantangan dengan Harapan

Tantangan dunia modern dengan segala perpecahan, ketidakadilan, dan polarisasi mengingatkan kita bahwa persatuan Kristen bukanlah sebuah kemewahan. Itu adalah kebutuhan untuk kesaksian yang kredibel terhadap Injil. Oleh karena itu, setiap langkah kita menuju persatuan harus didasari oleh doa, solidaritas, dan kerja sama yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.

FAQ/Pertanyaan umum :

Q: Mengapa peringatan ke-80 tahun PBB begitu penting bagi umat Kristen?
A: Peringatan ini menjadi momen refleksi bagi umat Kristen untuk melihat apakah kita sudah menjalani hidup sesuai dengan ajaran Kristus tentang perdamaian dan persatuan, serta bagaimana kita dapat berperan dalam mewujudkan perdamaian di dunia ini.

Q: Apa yang dimaksud dengan persatuan dalam konteks Kristen?
A: Persatuan Kristen bukan hanya tentang keseragaman, melainkan tentang menghormati perbedaan dalam kasih. Persatuan ini adalah karunia dari Tuhan yang harus dipupuk melalui kerendahan hati, kesabaran, dan kasih yang saling mendukung.

Q: Apa yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi pada persatuan dunia?
A: Kita bisa memulai dengan membangun perdamaian dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kerukunan dalam keluarga dan komunitas, serta mendukung inisiatif yang mempromosikan kerja sama antar negara dan antar agama untuk mencapai perdamaian sejati.

Kesimpulan

Dalam memasuki usia 80 tahun PBB, umat Kristen diajak untuk merenung kembali, apakah kita sudah menjalani hidup dengan prinsip persatuan dan perdamaian seperti yang dicita-citakan oleh PBB? Dalam konteks ini, kita juga diingatkan oleh Rasul Paulus dalam Efesus 4:3  : 

"Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera" 

Ini bukan hanya tugas PBB atau negara-negara besar, tetapi juga tugas kita sebagai umat Kristiani untuk menciptakan dunia yang lebih damai melalui persatuan sejati, yang hanya bisa terwujud lewat kasih Kristus.

Pesan Pengutusan:

Marilah kita bersama-sama, dengan hati yang rendah dan penuh kasih, berjuang untuk memelihara persatuan dalam tubuh Kristus. Dengan doa dan tindakan nyata, kita bisa membawa perubahan yang lebih besar bagi dunia ini - (pr)**

Source: oikoumene.org (wcc/19/01/2026); Writer: penarohani; Editor: penaRadmin.

Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi terubdate lainnya, cukup dengan Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless. 

© 2026 All Right Reserved - Designed by penarohani 

0Comments

Temukan juga minat & pengalaman menarik lainnya DISINI