Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja Sion Oeli’i – Yesus Dasar dan Batu Penjuru

04 July 2021 | Sunday, July 04, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2023-12-16T13:28:57Z

 

Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja Sion Oeli’i – Yesus Dasar dan Batu Penjuru

Jemaat Tubutuan, Kupang Barat - Jumat, 2 Juli 2021, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Jemaat Sion Oeli’i dan Jemaat Tubutuan. Mereka bersatu dalam suka cita menyelenggarakan Acara dan Ibadah Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja setelah mengalami duka pasca Badai Siklon Seroja pada 4-5 April 2021.

 

Peletakan batu pertama bukan sekadar tradisi rutin, melainkan simbol keberanian dan kebangkitan. Jemaat, yang turut serta dalam acara ini, seolah-olah muncul kembali dengan semangat hidup dan iman yang tak tergoyahkan meski terdampar dan dihantam badai seroja. Ritual dimulai dengan Ibadah bersama, mengikuti liturgi yang dipersiapkan dengan cermat oleh Panitia.

 

Ibadah Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja Sion Oeli’i diawali dengan penuh khidmat dan dipimpin oleh Ketua Klasis Kupag Barat, Pdt. Doddy S. Octavianus, S.Th, didampingi oleh Ibu Ketua Majelis Jemaat Tubutuan, Pdt. Jenny S. Tadu Hungu-Tuhehay, S.Th. Seluruh jemaat dan tamu undangan turut merayakan momen ini dengan khusyuk. Pada khotbahnya yang terinspirasi dari bacaan Alkitab Efesus 2:19-22, Pdt. Doddy menyampaikan bahwa mereka bukan lagi orang asing, melainkan anggota keluarga Allah yang dibangun di atas para nabi, rasul, dan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

 

Pdt. Doddy S. Octavianus juga menyampaikan rasa syukur kepada semua pihak yang turut serta dalam memberkati jemaat Sion Oeli’i, seperti Ibu Yosefin, Ibu Lani, Bpk. Lulu, dan GKY. Dia menegaskan bahwa gereja adalah Persekutuan, di mana orang-orang bergerak oleh Roh bersatu dalam kumpul dan bersekutu.


Video  Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja Sion Oeli’i




Bapak Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Serta Lagu yang Menggugah

 

Setelah Ibadah berlangsung selama hampir dua jam, Bapak Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, tiba dan ikut meramaikan acara. Dalam pidatonya, beliau meminta maaf atas keterlambatannya dan mengungkapkan bahwa membangun gereja adalah pekerjaan mulia, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 dan setelah badai siklon Seroja melanda. Jerry Manafe meyakinkan bahwa Tuhan Maha Kasih dan Maha Kuasa, serta Dia mengetahui langkah yang harus diambil bersama-sama.


Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja Sion Oeli’i – Yesus Dasar dan Batu Penjuru


Tidak hanya memberikan kata-kata semangat, Wakil Bupati Kupang juga menyumbangkan dana sebesar Rp 35 Juta dari sebuah Yayasan untuk mendukung pembangunan gereja. Secara mengesankan, beliau pun turut serta menyanyikan lagu "Hidup Ini Adalah Kesempatan" dan "Yesus Malole" bersama jemaat, menciptakan momen kebersamaan yang penuh inspirasiSeperti terlihat pada cuplikan video dokumentasi berikut :  


Prosesi Peletakan Batu Pertama: Simbol Kesyukuran dan Persatuan 

 

Dan akhirnya, kami tiba pada puncak acara yang dinanti-nantikan, yaitu Prosesi Peletakan Batu Pertama. Rangkaian sakral ini dipentaskan dengan penuh kekhidmatan di lokasi pembangunan yang menjadi saksi bisu rencana suci ini. Peletakan Batu Pertama dihadiri oleh empat pihak agung: Klasis Kupang Barat yang diwakili oleh Pdt. Doddy S. Octavianus, S.Th, Wakil Bupati Kupang, Bapak Jerry Manafe, para donatur seperti Mama Yosefin, Ibu Lani Kumala, Ibu Elisabet, GKY Jakarta yang diwakilkan oleh Bapak Jhon Tio, dan terakhir KMJ Tubutuan yang dipimpin oleh Pdt. Jenny S. Tadu Hungu-Tuhehay, S.Th.

 

Setiap tokoh, dengan khidmatnya, meletakkan batu pertama dengan penuh makna, mengucapkan Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus secara bersahaja. Dan pada puncaknya, ibu Ketua Majelis, Pdt. Jenny S. Tadu Hungu-Tuhehay, S.Th, dan Pdt. Yefta H. Bani, S.Th (KMJ Yegar Sahaduta Oenaek), menutup persembahan suci ini dengan doa berkat yang meresapi setiap keping batu yang diletakkan dan pengutusan yang mengalun seperti melodi syukur.

 

Catatan Akhir dan Penutup

 

Sejurus kemudian, kami menyimpulkan catatan dokumentasi ini sebagai saksi bisu peristiwa suci tersebut. Semoga setiap batu yang diletakkan menjadifondasi teguh yang menyatu dalam harmoni doa dan impian bersama. Demikianlah, dalam jejak keagungan ini, kami melepas diri dengan doa sederhana, semoga Tuhan Yesus senantiasa memberkati setiap langkah dan cita-cita yang tertanam dalam diri jemaat yang tulus ini. (catatan & kisah: y.loman,pnt)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update