Peletakan Batu Pertama, Lebih dari Sekadar Tradisi
Peletakan batu pertama bukan hanya seremonial biasa, tetapi sebagai tanda dimulainya pembangunan yang akan menjadi fondasi bagi gereja baru. Yesus Kristus disebut sebagai Batu Penjuru dalam khotbah yang dibawakan oleh Pdt. Doddy S. Octavianus, yang menjelaskan bahwa gereja ini dibangun di atas dasar iman dan persatuan jemaat, mengikuti teladan Kristus sebagai batu penjuru yang kokoh. Acara ini juga merupakan langkah besar dalam renovasi gedung gereja yang telah lama ada, menjadikan gedung baru ini simbol iman kristiani yang teguh di tengah tantangan.
Berdasarkan pantauan kami di lapangan, ibadah peletakan batu pertama dipimpin oleh Pdt. Doddy S. Octavianus, didampingi oleh Pdt. Jenny S. Tadu Hungu-Tuhehay. Jemaat dan undangan terlihat antusias mengikuti rangkaian acara yang dipenuhi makna ini. Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Doddy mengingatkan bahwa setiap jemaat adalah bagian dari keluarga Allah, dan pembangunan gereja ini merupakan bukti dari persatuan dan kebersamaan dalam iman.
Kehadiran Wakil Bupati Kupang dan Aksi Solidaritas
Setelah hampir dua jam, acara semakin semarak dengan kehadiran Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, yang memberikan semangat kepada semua yang hadir. Jerry Manafe menyampaikan bahwa pembangunan gereja adalah tugas mulia, terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan dampak buruk badai siklon yang telah terjadi. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa Tuhan selalu hadir dan menuntun langkah kita dalam persatuan dan kesatuan.
Prosesi Peletakan Batu Pertama yang Menggugah
Momen puncak dalam acara ini adalah prosesi Peletakan Batu Pertama, yang dilakukan dengan penuh khidmat. Para tokoh penting, termasuk Pdt. Doddy S. Octavianus, Wakil Bupati Jerry Manafe, dan donatur gereja, bersama-sama meletakkan batu pertama di lokasi pembangunan gedung gereja. Setiap batu yang diletakkan mengandung doa dan harapan akan pembangunan rohani dan fisik yang semakin kokoh.
Setelah prosesi, Pdt. Jenny S. Tadu Hungu-Tuhehay dan Pdt. Yefta H. Bani menutup acara dengan doa berkat yang penuh syukur, meresapi setiap langkah dan batu yang telah diletakkan. Prosesi ini tidak hanya sebagai simbol fisik pembangunan, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan rohani dan persekutuan yang kokoh.
Pentingnya Peletakan Batu Pertama dalam Sejarah Gereja Sion Oeli’i
Sejarah Gereja Sion Oeli’i selalu terkait dengan perjalanan panjang dan tantangan yang telah dihadapi jemaat. Peletakan batu pertama ini menandakan babak baru dalam perjalanan gereja ini. Proses pembangunan gedung baru ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan jemaat dan memperluas jangkauan gereja untuk semakin memberkati banyak orang. Selain itu, gereja baru ini akan menjadi tempat yang lebih nyaman untuk beribadah, serta ruang yang lebih luas bagi komunitas untuk tumbuh dan berkembang bersama dalam iman.
⛪ Catatan Sejarah Pembangunan Gedung Gereja Sion Oeli’i
| Tanggal | 📋 Kegiatan / Peristiwa | 👤 Tokoh & Pihak Terlibat | 💰 Detail Donasi / Dampak |
| 4 - 5 April 2021 | Bencana Badai Siklon Seroja 🌪️ | Masyarakat Oeli'i & Jemaat GMIT | Kerusakan infrastruktur di NTT; Pembangunan sempat tertunda akibat pemulihan pasca-badai. |
| 2 Juli 2021 | Peletakan Batu Pertama 🏗️ | Pdt. Doddy S. Octavianus, Jerry Manafe (Wabup Kupang), Pdt. Jenny S. Tadu Hungu-Tuhehay | Rp 35.000.000 (Bantuan awal pembangunan gedung baru) |
| Juli 2021 | Aksi Swadaya Jemaat 🤝 | Seluruh Jemaat & Panitia Pembangunan | Material bangunan (batu karang, pasir) & tenaga kerja sukarela. |
Poin Penting yang Perlu Diketahui
-
Peletakan batu pertama adalah simbol kebangkitan dan iman jemaat setelah Badai Siklon Seroja.
-
Acara ini dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Kupang dan para donatur.
-
Pembangunan gedung gereja ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan jemaat.
FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kesimpulan
Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja Sion Oeli’i bukan sekadar sebuah ritual, tetapi sebuah langkah bersejarah yang menandai kebangkitan dan kekuatan iman jemaat. Dengan semangat persatuan, jemaat melangkah maju, membangun fondasi rohani yang kokoh, dan memperluas ruang untuk pelayanan. Semoga gereja ini menjadi tempat yang penuh berkah, untuk memperkuat iman dan kebersamaan.
Dengan setiap batu yang diletakkan, kita semakin mendekatkan diri pada Tuhan yang memberkati setiap langkah kita. (pr)**
Source: langsung di lokasi; Writer: y. lomang; Editor: penaRadmin.
Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Terima Kasih telah membaca tulisan ini. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi terubdate lainnya, cukup dengan Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless.
© 2021 All Right Reserved - Designed by penarohani


.png)
0Comments