Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Terungkapnya Kekerasan Seksual SAS: Majelis Sinode GMIT Siap Lakukan Langkah Pencegahan!

30 March 2023 | Thursday, March 30, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-04-05T02:57:32Z
Terungkapnya Kekerasan Seksual SAS: Majelis Sinode GMIT Siap Lakukan Langkah Pencegahan!



Jemaat Tubutuan, sikap GMIT - Kasus kekerasan seksual yang melibatkan SAS baru-baru ini membangkitkan keprihatinan dan kepedulian Majelis Sinode (MS) GMIT dalam melakukan langkah pencegahan terhadap kejahatan serupa. Dalam menjunjung tinggi nilai kehidupan dan keadilan bagi korban, GMIT menghargai proses hukum yang berjalan, sambil terus berupaya memperjuangkan hak hidup bagi siapa pun. Dalam artikel ini, kita akan membahas sikap terbaru GMIT terkait kasus SAS dan langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mencegah terulangnya kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam pelayanan gereja.

Baca JugaDibalik Ketaatan Beragama, Terkuak Gelapnya Dosa Calon Pendeta yang Mencabuli 9 Anak di Alor 

Dilangsir dari laman berita sinodegmit.or.id, pada tanggal 8 Maret 2023, hakim pengadilan negeri Kalabahi mengeluarkan vonis hukuman mati terkait kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh SAS. Terkait hal ini, Majelis Sinode (MS) GMIT menghargai proses hukum yang telah berjalan dan menilai bahwa hakim sudah mempertimbangkan semua materi persidangan, seperti keterangan saksi, keterangan terdakwa, dan alat bukti lainnya.

 

Dalam hal keadilan untuk korban, SAS memang patut dihukum. Kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk memberikan efek jera dan mencegah kejahatan serupa terjadi di masa yang akan datang. Kami berharap kasus ini dan proses peradilan yang sedang berlangsung menjadi pembelajaran penting agar tidak ada lagi korban perempuan dan anak karena kejahatan serupa.

 

GMIT terus melakukan upaya-upaya pencegahan terulangnya kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam pelayanan gereja. Saat ini, sebuah tim sedang mengerjakan dokumen perlindungan kepada kelompok rentan dalam pelayanan (safe guarding policy).

 

Dalam persidangan MS ke-50, tanggal 28 Februari sampai dengan 4 Maret 2023, MS GMIT telah mengeluarkan pernyataan bahwa "GMIT mengakui Tuhanlah Pemberi, Pencipta dan Pemelihara kehidupan. Kehidupan adalah nilai yang harus dijunjung tinggi oleh umat manusia. Karena itu manusia tak boleh membunuh saudaranya. Berdasarkan hal itu, GMIT meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia mempertimbangkan kembali penerapan hukuman mati yang akan dilaksanakan saat ini dan di waktu-waktu mendatang."

 

Berdasarkan hal tersebut, GMIT terus bekerja untuk pemulihan korban kejahatan dan memperjuangkan hak hidup bagi siapa pun. Kami berkomitmen untuk tetap melakukan pendampingan bagi anak-anak yang telah menjadi korban, melalui pelayanan Majelis Jemaat dan Majelis Klasis setempat dan dukungan Rumah Harapan GMIT. Dalam waktu dekat, Tim Rumah Harapan GMIT akan berkunjung ke Nailang untuk melakukan monitoring dan evaluasi selepas keputusan pengadilan ini.

 

Kami terus mendoakan semua pihak yang terkait dalam kasus ini, seperti anak-anak korban, orang tua dan keluarga mereka, SAS, orang tua dan keluarganya, jemaat-jemaat GMIT, para pengacara, jaksa, dan hakim yang mengadili perkara SAS, serta semua pihak yang memberikan perhatian dalam proses hukum terhadap SAS. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai dan melindungi kita semua.

 

Kesimpulan dari sikap Majelis Sinode GMIT yang menghargai putusan hukuman mati terhadap pelaku kekerasan seksual SAS adalah sebuah tindakan yang mencerminkan tanggung jawab sosial dan moral sebagai pelayan gereja. Dalam hal ini, GMIT juga menunjukkan komitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam pelayanan gereja. Namun, GMIT tetap mengajak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali penerapan hukuman mati yang akan dilaksanakan saat ini dan di waktu-waktu mendatang, dengan mengutamakan nilai kehidupan yang dijunjung tinggi oleh umat manusia.

 


Terungkapnya Kekerasan Seksual SAS: Majelis Sinode GMIT Siap Lakukan Langkah Pencegahan!

Sebagai orang percaya, kita perlu mengingatkan diri kita sendiri dan orang lain tentang pentingnya menghargai nilai kehidupan yang diberikan oleh Tuhan. Alkitab mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan, dan tidak ada satu pun manusia yang berhak untuk mengambil nyawa orang lain. Sebagai contoh, dalam Kejadian 9:6, Allah memperingatkan bahwa siapa pun yang menumpahkan darah manusia, maka nyawanya akan diminta oleh manusia lain. Kita sebagai orang percaya juga dipanggil untuk mengasihi sesama dan berjuang untuk keadilan, termasuk dalam kasus kekerasan seksual. Dalam Mazmur 82:3-4, kita dipanggil untuk membela orang-orang yang tertindas dan berjuang untuk kepentingan orang-orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Semoga kita semua dapat bersama-sama mengambil sikap untuk menghargai nilai kehidupan dan  berjuang untuk keadilan dan kebenaran, dengan mengutamakan kasih dan pengampunan.
 


Artikel source : sinodegmit.or.id, 8/3/2023
Rewritten by : yakangid admin


Shalom, semuanya, Salam Sejahtera. Silahkan, temukan kami dan dapatkan informasi lain website ini, dengan cara cukup Klik Mengikuti/follow kami di Google News DISINI. than's. God bless

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update