Pendahuluan
Tulisan Unik, Pena Rohani - Jika 2026 Adalah Tahun Terakhir Anda - Tahun 2026 bisa jadi menjadi tahun terakhir bagi kita, entah karena usia yang semakin menua, atau kita dikejutkan dengan kejadian yang tidak terduga. Pernahkah kamu berpikir, "Jika ini adalah tahun terakhirku, apakah aku masih mengejar hal yang sama?" Bayangkan jika hari ini adalah hari terakhir kita di bumi ini, apa yang akan kita sesali? Apakah kita sudah menjalani hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan? Mazmur 90:12 mengingatkan kita tentang keterbatasan waktu kita di dunia ini, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami memperoleh hati yang bijaksana."
Dalam dunia yang penuh dengan kesibukan ini, sering kali kita terjebak dalam rutinitas dan prioritas yang hanya berfokus pada pencapaian duniawi. Tetapi, apakah pencapaian tersebut benar-benar berharga di mata Tuhan? Apa yang sebenarnya penting jika kita mengingat bahwa waktu kita di dunia ini terbatas? Artikel ini akan mengajak kamu untuk merenung, mengevaluasi kembali hidup kita, dan menyelaraskan prioritas kita dengan apa yang benar-benar berharga di mata Tuhan.
Apa yang Sering Kita Kejar dalam Hidup Ini?
Pencapaian Duniawi - Apakah Itu Semua?
Kita hidup di dunia yang penuh dengan dorongan untuk sukses sukses dalam karier, dalam pendidikan, dalam kekayaan, dan dalam popularitas. Semua itu terkadang membuat kita lupa akan tujuan yang lebih tinggi, yaitu hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Tidak ada yang salah dengan meraih prestasi, tetapi ketika itu menjadi tujuan utama dalam hidup, kita mulai kehilangan fokus pada hal-hal yang benar-benar abadi.
Apa yang Tuhan Anggap Berharga?
Tuhan tidak melihat dunia seperti kita melihatnya. Dia tidak tertarik pada kekayaan atau ketenaran yang kita kumpulkan di dunia ini. Yang Tuhan anggap berharga adalah bagaimana kita menghidupi hidup kita dengan kasih, pelayanan, dan ketaatan pada-Nya. Mazmur 90:17 berkata, "Kiranya kemurahan Tuhan kami ada atas kami, dan teguhkanlah pekerjaan tangan kami; ya, pekerjaan tangan kami teguhkanlah!"
Tuhan menginginkan kita untuk hidup dengan tujuan yang lebih besar—tujuan yang melayani sesama dan menyatakan kasih-Nya kepada dunia. Jadi, jika 2026 adalah tahun terakhir Anda, apa yang Anda ingin tinggalkan? Apakah Anda ingin dikenang karena prestasi duniawi, atau karena telah hidup sesuai dengan kehendak Tuhan?
Menyelaraskan Prioritas Hidup dengan Tuhan
Refleksi Diri - Apa yang Sudah Kita Capai?
Merenungkan hidup kita memang tidak mudah, tetapi jika kita benar-benar ingin menjalani hidup yang berarti, kita harus belajar untuk melihat lebih dalam ke dalam diri kita sendiri. Apa yang sudah kita capai sejauh ini? Apakah kita telah menjalani hidup dengan tujuan yang benar, ataukah kita hanya mengikuti arus dunia yang menipu?
Menghitung Hari dengan Bijaksana
Mazmur 90:12 mengajarkan kita untuk menghitung hari-hari kita dengan bijaksana, karena hidup ini singkat. Menghitung hari bukan berarti hanya menghitung waktu yang tersisa, tetapi lebih kepada bagaimana kita mengelola waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Ini tentang memprioritaskan hal-hal yang benar-benar penting: berhubungan dengan Tuhan, melayani orang lain, dan menjalani hidup dengan integritas.
Jika 2026 adalah tahun terakhir Anda, apakah Anda akan merasa puas dengan apa yang sudah Anda lakukan? Apakah Anda telah menggunakan waktu Anda untuk hal-hal yang kekal dan berarti? Atau apakah Anda akan merasa ada banyak hal yang belum Anda lakukan, dan menyesal karena terlalu fokus pada hal-hal duniawi?
Menjadi Terang bagi Dunia
Meninggalkan Jejak yang Kekal
Jika 2026 adalah tahun terakhir Anda, bagaimana Anda ingin dikenang? Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk menjadi terang bagi dunia. Setiap langkah hidup kita harus mencerminkan kasih Tuhan yang tak terbatas. Jika kita ingin meninggalkan jejak yang kekal, kita harus mulai dengan memperhatikan bagaimana kita hidup setiap hari. Apakah kita menunjukkan kasih Tuhan dalam tindakan kita? Apakah kita membawa perubahan positif bagi orang di sekitar kita?
Fokus pada Kekekalan
Salah satu cara terbaik untuk menghitung hari dengan bijaksana adalah dengan fokus pada hal-hal yang kekal. Apakah kita telah melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita? Apakah kita telah memberikan waktu untuk berdoa, membaca Firman Tuhan, dan melayani sesama? Ketika kita fokus pada hal-hal yang kekal, kita mulai melihat bahwa hidup ini bukan hanya tentang apa yang kita capai di dunia ini, tetapi tentang bagaimana kita menjalani hidup dengan tujuan yang lebih besar.
FAQ/General Questions :
Penutup
Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk hidup dengan tujuan yang lebih tinggi. Kita dipanggil untuk mengutamakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita, bukan hanya mengejar hal-hal duniawi yang sementara. Jika 2026 adalah tahun terakhir Anda, mari kita pertimbangkan apakah kita telah mengejar hal yang benar-benar penting: hidup yang berkenan di hadapan Tuhan, hidup yang penuh kasih, dan hidup yang membawa dampak bagi orang lain.
Sebagai penutup, mari kita renungkan kembali Mazmur 90:12 :
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Yang mengingatkan kita untuk menghitung hari-hari kita dengan bijaksana. Jika kita ingin meninggalkan jejak yang kekal, kita harus mulai hari ini. Jangan biarkan hidup berlalu begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Jadikan setiap hari berarti, dan fokus pada hal-hal yang kekal. (pr)**



0Comments